... Join Us On Facebook

Rabu, 24 Oktober 2012

Pojok Laiwangi Pos : Review Bahan Bacaan Teknik Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam

Rabu, 24 Oktober 2012
Bahan bacaan berjudul teknik pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata alam ini ditulis oleh Ir. Suprayitno. Perlu diketahui bahwa bahan bacaan ini dipublikasikan oleh Pusat Diklat Kehutanan Bogor, Departemen Kehutanan (red: sekarang Kementerian Kehutanan) pada tahun 2008 bulan Desember.

Item sub judul bahan bacaan Teknik pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata alam yang diulas dalam bahan bacaan ini terdiri dari 9 sub judul. 9 (sembilan) sub judul tersebut terdiri atas "pengertian", "azas, tujuan dan fungsi pengelolaan pemanfaatan jasling", "sasaran", "ruang lingkup", "program pemanfaatan jasa lingkungan", "dimensi pengelolaan pemanfaatan jasa lingkungan", "tipologi pemanfaatan jasa lingkungan", "pengembangan bina cinta alam" dan "pemberdayaan masyarakat.

Jasa lingkungan adalah suatu produk yang dapat atau tidak dapat diukur secara langsung berupa Jasa Wisata Alam/rekreasi, Perlindungan Sistem Hidrologi, Kesuburan Tanah, Pengendalian Erosi dan Banjir, Keindahan, Keunikan dan Kenyamanan. Dalam buku Pedoman Inventarisasi Potensi Potensi Jasa Lingkungan ( PHKA, 2003) disebutkan bahwa pemanfaatan Jasa Lingkungan pada hutan pada hutan lindung adalah bentuk usaha yang memanfaatkan potensi jasa lingkungan dengan baik tidak merusak lingkungan dan mengurangi fungsi utamanya. Ekowisata adalah suatu model pengembangan wisata alam yang bertanggung jawab di daerah yang masih alami atau daerah-daerah yang dikelola secara alami dimana tujuannya selain untuk menikmati keindahan alam juga meliobatkan unsur pendidikan dan dukungan terhadap usaha konservasi serta peningkatan pendapatan masyarakat setempat ( Edaran Mendagri No. 660.1/836/V/Bangda, 2001).

Pengelolaan jasa lingkungan hutan dilakukan berdasarkan pada azas: keseimbangan nilai-nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan, kemanfaatan umum, keterpaduan dan keserasian, kelestarian, keadilan, partisipatif, professional, kemandirian, transparansi dan akuntabilitas publik. Sasaran utama pemanfaatan jasa lingkungan ini adalah adanya peningkatan di 5 (lima) sektor yaitu pemanfaatan fungsi kawasan hutan, kesadaran masyarakat, peran serta dan keterlibatan para pihak untuk pengelolaan-pemanfaatan-pengusahaan, peran serta dan keterlibatan para pihak untuk kelestarian, dan kesejahteraan masyarakat.

Ruang lingkup materi Pemanfaatan Jasling meliputi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan : (1) Jasa lingkungan untuk perlindungan tata air dan pemanfaatan air, (2) Jasa lingkungan untuk perlindungan iklim dan penyerapan/penyimpanan karbon, (3) Jasa lingkungan untuk perlindungan dan pemanfaatan keanekaragaman hayati, dan (4) Jasa lingkungan untuk wisata alam dan rekreasi (ekowisata). Upaya pengembangan pemanfaatan Jasling sampai saat ini masih belum optimal, sehingga Departemen kehutanan cq Dit Jen PHKA melakukan berbagai terobosan dengan meluncurkan 6 (enam) program pemanfaatan Jasling.

Dimensi pengelolaan pemanfaatan jasa lingkungan mencakup 3 dimensi, yaitu pengelolaan kawasan, pengelolaan jasa lingkungan dan kelembagaan pengelolaan jasa lingkungan. Tingkat tipologi pemanfaatan jasa lingkungan dalam mendukung dimensi pengelolaan pemanfaatan lingkungan terbagi atas 4 tipologi, yaitu water regulation, perlindungan dan pemanfaatan biodiversity, keanekaragaman hayati, dan scenic-beauty ecotourism.

Sudut pandang teknik pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata alam selanjutnya terfokus pada pengembangan bina cinta alam dan pemberdayaan masyarakat. Pengembangan bina cinta alam pada dasarnya menerapkan cinta konservasi dan kelestarian pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata alam sehingga dilakukan berbagai aktivitas berupa pendidikan, pembinaan, sosialisasi, penilaian-penghargaan terhadap masyarakat dan penyusunan buku panduan. Pemberdayaan masyarakat terjadi akibat dari adanya suatu fakta bahwa pengelolaan kawasan hutan konservasi tidak dapat dipengelola sendiri oleh aparat kehutanan, dan pengalaman memberikan pelajaran bahwa dalam pengelolaan kawasan hutan konservasi diperlukan dukungan nyata dari para pihak, khususnya masyarakat di sekitar kawasan hutan konservasi.

Sekian review / kilasan singkat mengenai bahan bacaan teknik pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata alam, mudah-mudahan bermanfaat. Penulis juga mengharapkan masukan dan kritikan sebagai awal diskusi tentang review/ kilasan singkat yang ditulis. Anda dapat mengunduh bahan bacaan tersebut dalam bentuk file PDF (169 KB) di sini.

0 komentar:

Posting Komentar

 
◄| Rumah | Tentang Kami | Copyright © 2012 - Laiwangi Pos | Powered by Blogger | Design by Blogbulk - Pocket | Distributed by Deluxe Templates | Galeri Foto | Hubungi Kami | ►