
Bertempat di Ruang Rimbawan I Gedung Manggala Wanabhakti Jakarta, pada hari Jum'at tanggal 9 Mei 2014, Zulkifli Hasan, Menteri Kehutanan RI melantik 4 Pejabat Eselon I Kementerian Kehutanan. Salah satunya adalah adalah Ir. Sonny Partono, MM. yang memegang amanah baru sebagai Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA), Kementerian Kehutanan.
Adapun ke 3 pejabat lain yang dilantik adalah :Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, M.Sc., sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Ir. Hodoyo, M.M., sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Ir. Basoeki Karyaatmadja, M.Sc., Sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan.

Dalam sambutannya, Menteri Kehutanan RI menyampaikan ucapan selamat dan berpesan kepada Pejabat Eselon I yang baru saja dilantik agar dapat melaksanakan amanah jabatan dengan sebaik-baiknya, dengan semangat mengabdi kepada negara berasaskan keprofesionalan, partisipatif, keterbukaan, akuntabilitas, kecepatan, kemudahan dan keterjangkauan.
Konservasi dan perlindungan hutan merupakan salah satu tugas pokok Kementerian Kehutanan yang sangat strategis untuk masa kini dan generasi mendatang. Konservasi jenis dan konservasi kawasan adalah sumber daya penting kita kedepan. Kekayaan dan keanekaragaman hutan-hutan alam tropis di Indonesia mempunyai nilai yang tinggi dalam pengembangan jasa lingkungan hutan. Sebagai contoh, saat ini terkait jasa lingkungan hutan berupa keindahan alam dan biodiversity telah menempatkan daya saing pariwisata Indonesia naik dari peringkat 74 pada 2012 menjadi peringkat 70 pada 2013, sebagaimana dilansir The Travel & Tourism Competitivness Index dalam Forum Ekonomi Dunia 2013. Keindahan alam, kekayaan keanekaragaman hayati dan sumber daya hutan serta kekayaan budaya masyarakat adat telah menempatkan Indonesia menjadi negara tujuan wisata mancanegara yang paling menarik di dunia.

Khusus kepada Direktur Jenderal PHKA yang baru dilantik, Menteri Kehutanan RI berpesan bahwa Dirjen PHKA harus mampu melaksanakan penegakan hukum atas pelanggaran di kawasan hutan berupa perambahan, penebangan liar, kebakaran hutan, penyelundupan dan perdagangan tumbuhan dan satwa liar.
Dirjen PHKA dituntut lebih bekerja keras apalagi terkait Undang-undang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, kerja keras, disiplin, dan membangun network dengan penegak hukum terus ditingkatkan. Penegakan hukum dan penyelesaiannya melalui multidoors perlu terus ditingkatkan dan ini memerlukan kemampuan koordinasi dan sinkronisasi peraturan perundangan dibidang kehutanan, lingkungan hidup, pencucian uang, dan tindak pidana korupsi. Menteri Kehutanan yakin Sonny Partono dapat melakuan ini dengan baik seiring dengan pengalaman beliau sebagai birokrat di lapangan dan di pusat yang teruji.
Diakhir masa kepemimpinan Kabinet Indonesia Bersatu II (KIB II), Menteri Kehutanan RI meminta kepada Pejabat Eselon I yang baru dilantik tetap bekerja dengan penuh semangat dan jangan menunda pekerjaan. Tentunya kebijakan, program, kegiatan di akhir kontrak kinerja KIB II bidang kehutanan harus diselesaikan dengan baik dan dengan prestasi yang lebih baik. “Siapkan juga untuk program 2015 yang telah disampaikan dalam Musrenbangnas oleh Presiden pada 30 April 2014 yang lalu. Sebagaimana diminta oleh Bapak Presiden "Mari Percepat dan Perkuat Pembangunan Kita sebagai Amanat yang Penting dan Luar Biasa Bagi Rakyat Indonesia" tentu bukan hanya 2015, tetapi sampai dengan 5 tahun kedepan. Selain itu kita juga boleh berbangga bahwa berdasarkan laporan World Bank melalui International Comparison Program, Indonesia menduduki peringkat nomor 10 ekonomi dunia atau naik 5 tingkat dalam 6 tahun. Tentu ini menggembirakan sebagai hasil karya seluruh rakyat Indonesia,” jelas Menhut.
Selanjutnya dalam RPJM 2015-2019 yang bertema Peningkatan Daya Saing Ekonomi yang Berbasis Keunggulan Sumber Daya Alam, SDM Berkualitas dan Penguasaan Iptek, maka isu strategis akan berkaitan dengan bidang sumber daya alam dan lingkungan hidup, penguatan tata kelola, konservasi, rehabilitasi, pengendalian kerusakan, dan peningkatan kualitas lingkungan. Strategi kehutanan yang telah dibahas trilateral dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan adalah membenahi sistem pengurusan hutan dalam bentuk penataan regulasi dan kelembagaan melalui efektifitas KPH, peningkatan potensi kehutanan untuk kesejahteraan rakyat, peningkatan teknologi untuk peningkatan nilai tambah dan efisiensi industri hutan-lingkungan, peningkatan modal sosial, public privat partnership dan pendayagunaan sumber daya manusia profesional.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kehutanan juga mengucapkan terimakasih dan menyampaikan penghargaan sebesar-besarnya kepada Saudara Ir. Darori, MM yang pada tahun kemarin mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Dirjen PHKA dan saat ini terpilih menjadi Anggota Legislatif DPR RI. Ucapan terima juga disampaikan kepada Dr. Ir. Iman Santoso, MS. selaku Kepala Badan Litbang yang lama yang saat ini telah memasuki masa purna tugas di Kementerian Kehutanan dan Dr. Ir. Agus Mulyono, MM selaku Staf Ahli Menteri Bidang Keamanan Hutan yang lama.
Sebagai penutup sambutannya, Menteri Kehutanan berpesan agar dimanapun keberadaan kita jika kita memberikan kontribusi terbaik dengan tulus ikhlas pasti akan banyak hal bermanfaat yang dapat dicapai !
[Teks & Foto © PJLKKHL | 16052014 | agus haryanto & Pushumas-Kemenhut] Sumber: PPID.dephut.go.id
0 komentar:
Posting Komentar