... Join Us On Facebook

Kamis, 11 September 2014

Directorate of Environmental Services - Ministry of Forestry

Kamis, 11 September 2014

Directorate of Environmental Services - Ministry of Forestry


Berwisata Alam di Taman Nasional; Pengetahuan dan Promosi Taman Nasional

Posted: 11 Sep 2014 07:48 PM PDT

Pakar lingkungan ini lebih dari 40 tahun berkecimpung dibidang konservasi di Indonesia. Pengalamannya diberbagai organisasi profesi pun tidak hanya di dalam negeri namun juga di tingkat internasional. Dialah, Jatna Supriatna, Ph.D, kali ini meluncurkan karya terbarunya dalam sebuah buku berjudul "Berwisata Alam di Taman Nasional". Ini adalah buku kesepuluh yang ditulisnya. Karyanya sebagian besar bertema tentang lingkungan dan keanekaragaman hayati Indonesia.

Peluncuran buku tersebut dilakukan dalam sebuah seminar bertajuk "Taman Nasional dan Jasa Lingkungan" yang digelar oleh  Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA-UI), bekerja sama dengan Pusat Riset Perubahan Iklim Universitas Indonesia (RCCC-UI) dan Sustainable Development and Solution Network (SDSN) pada tanggal 5 September 2014 di Gedung Balai Sidang Kampus UI, Depok.

Acara seminar dan peluncuran buku tersebut dibuka oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia. Sambutan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Zulkifli Hasan disampaikan oleh Bambang Supriyanto, Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung, Ditjen PHKA, Kementerian Kehutanan. Seminar ini menghadirkan tiga pembicara utama, yaitu Bambang, Wahjudi Wardoyo (Senior Advisor for Conservation Policy, The Nature Conservancy), dan Dr Chris Margules (James Cook University).

Buku setebal 500 halaman ini memuat kisah penulis  tentang ekowisata di taman nasional. Penulis juga mengulas tentang dampak positif dan negatif wisata alam, planning destinasi (seperti: wildlife watching, wisata lansekap, wisata ilmiah, penangkaran biologi, wisata olah raga, kearifan lokal dan wisata kuliner), serta berbagai saran praktis dalam melakukan perjalanan wisata dan menjadi wisatawan di taman nasional.

Buku ini menyajikan 47 taman nasional di Indonesia, yaitu di:

  1. Sumatera 9 taman nasional: Gunung Leuser, Kerinci Seblat, Siberut, Batang Gadis, Bukit Tiga Puluh, Tesso Nillo, Berbak, Bukit Barisan Selatan, Way Kambas;
  2. Jawa dan Bali, 13 taman nasional: Ujung Kulon, Kepulauan Seribu, Gunung Gede Pangrango, Gunung Halimun Salak, Gunung Ceremai, Kepulauan Karimunjawa, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Bromo Tengger Semeru, Alas Purwo, Meru Betiri, Baluran, Bali Barat;
  3. Nusa Tenggara,  5 taman nasional: Gunung Rinjani, Komodo, Kelimutu, Laiwangi Wanggameti, Manupeu Tanah Daru;
  4. Kalimantan,  7 taman nasional: Gunung Palung, Bukit Baka-Bukit Raya, Danau Sentarum, Betung Kerihun, Tanjung Putting, Kutai, Kayan Mentarang);
  5. Sulawesi,  8 taman nasional: Bunaken Manado Tua, Bogani Nani Wartabone, Kepulauan Togean, Lore Lindu, Taka Bonerate, Rawa Aopa Watumohai, Kepulauan Wakatobi, Bantimurung Bulusaraung;  
  6. Maluku dan Papua,  5 taman nasional: Manusela, Aketajawe Lolobata, Teluk Cendrawasih, Lorenzt, Wasur.

Berbagai  taman nasional di luar negeri yang dikunjungi penulis juga ditulis dalam buku ini, seperti di Amerika Serikat (Yellowstone, Grand Canyon, dan Yosemite ), Kosta Rika (Alberto Manuel Breses Biological), Brasil (Iguazu dan Amazonas),  Afrika Selatan (Kruger), Kenya (Danau Naruku, Meru, Nairobi), Kongo, Selandia Baru (Auckland), serta Australia (Blue Mountain/Great Barrier Reef).

Dalam sambutan pada buku yang diterbitkan oleh Yayasan Pustaka  Obor Indonesia ini,  Menteri Kehutanan Republik Indonesia Zulkifli Hasan menyambut baik inisiatif penulisan buku tersebut. Buku ini merupakan upaya untuk mengenalkan keindahan dan kekayaan ekosistem taman nasional di Indonesia yang tidak kalah apabila dibandingkan dengan taman nasional di luar negeri. Buku ini juga dapat menjadi informasi guna meningkatkan nilai jasa lingkungan yang ada di taman nasional, seperti jasa tata air, keindahan alam, pelestarian keanekaragaman hayati dan penyimpanan karbon.

Sedangkan Mari Elka Pangestu,Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa buku ini bisa  dijadikan referensi untuk dialog dalam pengambilan kebijakan yang terkait dengan pengelolaan wisata alam yang berkelanjutan di taman nasional.

Oleh karenanya isi buku ini selain sangat membantu dalam upaya promosi pariwisata alam di taman nasional di Indonesia, juga sangat penting bagi pengelola taman-taman nasional, pengambil keputusan, peminat dan investor bisnis pariwisata alam, dosen, guru, mahasiswa, serta masyarakat luas.

[teks dan foto ©Dit PJLKKHL |12092014 | Hars]

0 komentar:

Posting Komentar

 
◄| Rumah | Tentang Kami | Copyright © 2012 - Laiwangi Pos | Powered by Blogger | Design by Blogbulk - Pocket | Distributed by Deluxe Templates | Galeri Foto | Hubungi Kami | ►