... Join Us On Facebook

Kamis, 11 Februari 2016

Directorate of Environmental Services - Ministry of Forestry

Kamis, 11 Februari 2016

Directorate of Environmental Services - Ministry of Forestry


Pelatihan Fasilitasi Masyarakat di TNGP Tahap Ketiga

Posted: 11 Feb 2016 07:48 PM PST

Pelatihan Fasilitasi Masyarakat di TNGP tahap ketiga Angkatan Kedua mengambil tema FALCON (Facilitative Listening in Conversation). Pelatihan ini menghadirkan fasilitator dari i-i-network, yaitu Rie Yamada, Kazuhito Suga dan Elizabeth Rahyu. Hadir juga Wiryawan, S.Hut, M.Ec.Dev; Seno Pramudita, S.Hut, ME.; I Gusti Made Subagiarta dan I Gusti Ketut Suardika dari TNBB sebagai narasumber. Peserta pelatihan adalah 9 fasilitator TNGP dan 9 faslitatior masyarakat dari Desa Batu Barat, Matan Jaya, Riam Berasap,  Sampurna dan Tanjung Gunung.

Pelatihan FALCON diselenggarakan secara bertahap. Tahap pertama dilakukan pada tanggal  26-27 Januari 2015 di Hotel Mahkota  Kayong,  Sukadana.  Selanjutnya,  di   Matan Jaya,  29-31 Januari 2015 dengan peserta fasiliator dari Matan Jaya dan Sampurna. Sedangkan fasilitator di Batu Barat, Riam Berasap dan Tanjung Gunung mengikuti pelatihan selanjutnya di Riam Berasap tanggal  2-4 Februari 2015.

Pelatihan Fasilitasi Masyarakat di TNGP Tahap Keempat

Rencana Aksi Bersama Masyarakat merupakan topik Pelatihan Fasilaitasi Masyarakat di TNGP tahap keempat. Pelatihan ini selain diikuti oleh 9 fasilitator TNGP angkatan kedua dan 9 fasilitator masyarakat, juga diikuti oleh 8 fasilitator TNGP angkatan pertama. Pelatihan difasilitasi yang diselenggarakan pada tanggal 24-26 Februari 2015 di Hotel Borneo, Ketapang oleh Mr. Makoto Nagahata (i-i-network), Ms. Rie Yamada (i-i-network) dan Bapak Dicko Rossanda (IJ-REDD+).

Hadir pula Drg. Monica dan Miftah Zam Achid dari Yayasan ASRI  yang  memberi masukan kepada peserta pelatihan ketika mereka memaparkan rencana aksi fasilitasi di Batu Barat, Matan Jaya, Melinsum, Riam Berasap, Sedahan Jaya, Sempurna dan Tanjung Gunung.

Kunjungan RECA Project

Delegasi dari Project on Capacity Building for Restoration of Ecosystem in Conservation Areas atau dikenal dengan RECA Project  berkunjung ke Balai Taman Nasional Gunung Palung pada tanggal 12-13 Januari 2015. Delegasi ini terdiri dari Mr. Hideki Miyakawa (Chief Advisor), Bapak Darsono (National Consultant), Bapak Zulfkifli (National Expert) dan Mr. Hiroyuki Saito (Coordinator).

Delegasi proyek yang merupakan kerjasama antara Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Kementerian Kehutanan dan JICA memaparkan pengalaman mereka dalam melakukan restorasi kawasan konservasi di TN Bromo Tengger Semeru, TN Gunung Ceremai, TN Gunung Merapi, TN Sembilang dan TN Manupeu Tanah Daru.

Setelah di hari pertama delegasi RECA berbagi pengalaman dengan staf TNGP, pada hari kedua mereka berkunjung ke Melinsum dan Pampang Harapan untuk melihat kawasan mangrove dan ke Pangkal Tapang untuk melihat area bekas kebakaran dan kegiatan rehabilitasi yang dilakukan oleh Yayasan ASRI dan Balai Taman Nasional Gunung Palung.

Pertemuan Forum                              

Pada tanggal 28 Januari 2015, diadakan pertemuan pertama menindaklanjuti komunikasi bersama hasil workshop REDD+ bulan September 2014. Pertemuan turut dihadiri Dr. Ir. Bambang Supriyanto, M.Sc, Direktur PJLKKHL dan Ir. Cherryta Yunia, M.M, Project Manager IJ-REDD+.

Hasil pertemuan tersebut, terbentuklah tim kecil yang akan menindaklanjuti penyusunan statuta dan perangkat organisasi forum menuju status legal formal. Bentuk organisasi diusulkan berupa perkumpulan, dan tim kecil terdiri atas Bapak Bambang, coordinator (TNGP – Kepala Seksi 2), Ibu Rahmawati (FFI), Bapak Edy S. (IJ-REDD+), Bapak Nugroho (Dinas Kehutanan Ketapang), Bapak Ismail (Dinas Kehutanan KKU).

Sejak pertemuan pertama tersebut, telah dilaksanakan empat kali pertemuan lanjutan dengan hasil-hasil sebagai berikut:

- Nama organisasi: Forum Sahabat Gunung Palung

- Visi – misi organisasi

- Isu strategis, ruang lingkup dan perangkat organisasi.

- Draft statuta organisasi

Training dan Survei Biodiversity Bekerjasama dengan LIPI

Training dan survei dilakukan di bagian utara Taman Nasional Gunung Palung di Kubang, Desa Batu Barat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Propinsi Kalimantan Barat pada tanggal 9-12 Desember 2014. Diikuti oleh 10 peserta dari TN, 3 staf proyek, dan 3 orang dari LIPI yang dibagi menjadi tim burung dan tim ikan. Tim burung menemukan sejumlah 57 jenis dari 27 famili, serta tim ikan menemukan 13 jenis dari tujuh famili. Karena baru pertama kali diadakan survey ikan di Taman Nasional Gunung Palung, semua spesies ikan yang ditemukan kegiatan ini merupakan sebagai catatan baru dari kawasan TNGP.

[teks&foto | ©PJLHK | 12022016 | ij-redd+&tw]

Inisiasi Kerjasama Desa Model FCP

Posted: 11 Feb 2016 06:38 PM PST

Beberapa pertemuan dan kegiatan kunjungan lapang dilakukan dalam rangka menginisiasi kerjasama dengan desa model yang dibentuk oleh FCP. (1) Pertemuan dengan BKSDA (Bapak Sahat, Ibu Ita) dan Mr. Kuno, pada 17 Februari 2015. Proyek memberikan penjelasan mengenai konsep kegiatan keluaran 3; (2) Pertemuan informal pada 10 Maret 2015 dihadiri oleh: Bapak Karsono, Bapak Henry dan Bapak Hendra (Dinas Kehutanan Provinsi), Bapak Sadewo (Dinas Perkebunan Kehutanan dan Pertambangan Kabupaten Kubu Raya),  Mr. Kuno (FCP) dan Bapak Ronny dan Mr. Tanimoto (IJ-REDD+ Project). Disepakati untuk membuat kegiatan di Desa Limbung dan Teluk Bakung; (3) Kunjungan ke desa Limbund pada 13 Maret 2015; (4) Pertemuan informal pada tanggal 1 dan 6 April untuk berbagi informasi mengenai desa Limbung; dan (5) Kunjungan ke desa Teluk Bakung pada 23 April 2015. 

Pertemuan Kedua Komite Teknis

Sebagai amanat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat No. 454/Dishut/2013 tertanggal 19 September 2013 bahwa Komite Teknis memberikan arahan, dukungan teknis dan evaluasi kepada pelaksana proyek, maka pada tanggal 29 Januari 2015 diadakan pertemuan kedua komite teknis bertempat di Hotel Santika, Pontianak. Tujuan utama dalam pertemuan kali ini adalah melaporkan perkembangan kegiatan; memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan kegiatan pembuatan peta dasar; dan rencana kegiatan untuk keluaran 3.  Dihadiri oleh sekitar 30 anggota komite teknis pertemuan dipimpin Bapak Karsono (Kepala Bidang Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam) mewakili Bapak Marius Marcellus selaku ketua Komite Teknis dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Cherryta Yunia memberikan kata sambutan pada pertemuan ini selaku manajer Proyek serta Ms. Ichiko Suzuki sebagai perwakilan JICA Indonesia. Setelah presentasi dilanjutkan dengan diskusi yang sangat konstruktif terutama saat terkait pembuatan peta dasar yang dapat menjadi masukan penting untuk pelaksanaan kegiatan proyek selanjutnya.

Kedatangan Tim Mid-Term Review

Tim misi untuk mid-term review mengunjungi kantor Pontianak pada 24 Februari 2015. Tim melakukan anjangsana kepada Sekda Provinsi Kalimantan Barat, dan melakukan wawancara dengan perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi (Bapak Boy, Bapak Henry, Bapak Hendra), BLHD Provinsi (Bapak Adi Yani, Ibu Yenny), BKSDA Kalimantan Barat (Bapak Sustyo), BPKH Pontianak (Bapak Yopie, Bapak Heri, Bapak Sirait, Bapak Kelik), dan Universitas Tanjung Pura (Dr. Gusti Anshari dan Dr. Gusti Hardiansyah).

Studi Penyempurnaan Peta Gambut dan Faktor Penduga Cadangan Karbon di Tanah dan Emisi Gas Rumah Kaca dari Tanah Gambut di Kalimantan Barat

Untuk memperbaiki peta distribusi gambut di 4 kabupaten (Pontianak, Kubu Raya, Kayong Utara dan Ketapang) dan menduga cadangan karbon di tanah serta emisi gas rumah kaca dari tanah gambut, CWPB (Center for Wetland Peoples and Biodiversity) melaksanakan kajian atas nama proyek berdasarkan kontrak selama 7 bulan kegiatan dari September 2014 hingga Maret 2015. CWPB membuat lebih dari 200 titik pengambilan contoh gambut dan sekitar 20 titik survey emisi gas rumah kaca menggunakan metode closed chamber.  Dalam penggunaan alat tersebut CWPB mengundang Prof. Hirano (Hokkaido University), Dr. Takeda (Japan Space Systems) dan Mr. Hirose (Japan Space Systems) untuk memeragakan cara penggunaan Closed chamber pada 20 dan 21 Januari 2015.

Seminar Studi Distribusi Gambut

Pada 4 Februari 2015 CWPB (Center for Wetland Peoples and Biodiversity) didukung oleh Proyek menyelenggarakan seminar "Distribusi dan Pendugaan Cadangan Karbon di Lahan Gambut di Kabupaten Mempawah, Kabupten Kubu Raya, Kabupaten Kayong Utara, dan Kabupaten Ketapang  bertempat di Universitas Tanjung Pura. Lebih dari 60 orang hadir dalam seminar tersebut berasal dari perwakilan instansi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, LSM, perusahaan dan mahasiswa.

Seminar ini dibagi dalam 2 sesi, yang pertama  mengenai distribusi gambut di Indonesia dan dunia dengan pemateri adalah Mr. Hirose (Japan Space system) yang mempresentasikan distribusi gambut di dunia terutama di Afrika (Uganda dan Zambia), Amerika Selatan (Peru) dan Indonesia. Bapak Kusumo (dari Litbang Kementerian Pertanian) mempresentasikan mengenai metode pemetaan gambut di Indonesia. Pada sesi kedua Prof. Gusti Anshari mempresentasikan hasil dari studi mengenai distribusi gambut di 4 kabupaten berikut hasil penghitungan cadangan karbon.

Studi Mengenai Parapihak dalam Program REDD+ di Kalimantan Barat

Untuk memberikan pemahaman mengenai kondisi terkini para pihak dalam REDD+ atau RAD-GRK Kalimantan Barat melalui pengumpulan data dan informasi serta dokumen setiap para pihak berdasarkan informasi dasar (struktur, jumlah staff, kebijakan, rencana kerja, peralatan, kegiatan monitoring hutan, dll); melakukan analisa peluang, masalah dan hubungan antar para pihak dalam kegiatan terkait REDD+ atau RAD-GRK;  dan untuk menghimpun informasi  dan  hasil  analisis  sebagai  data  dasar  sebagai  bahan pertimbangan  membangun rencana kerja maka proyek membuat kontrak kegiatan studi dengan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjung Pura. Studi dilaksanakan sejak September 2014 hingga Maret 2015. Para pihak yang diwawancara dalam studi ini beragam, berasal dari instansi pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, UPT Kementerian di Kalimantan Barat, Perguruan Tinggi, LSM dan donor. Mereka juga mengadakan FGD yang dilaksanakan pada 28 Februari 2015 di Universitas Tanjung Pura melibatkan 20 peserta dari pemerintah provinsi, pemerintah Kabupaten, dan LSM. Dalam FGD tersebut Dr. Gusti Hardiansyah mempresentasikan hasil dari studi. Beliau menjelaskan hubungan antara "Pengaruh" dan " Minat" terhadap REDD+ dari setiap institusi. 

[teks&foto | ©PJLHK | 12022016 | ij-redd+&tw]

Rekruitmen Program Officer Bidang Pencegahan Kebakaran Hutan

Posted: 11 Feb 2016 06:06 PM PST

IJ-REDD+ Project membutuhkan 1 (satu) orang Program Officer untuk ditempatkan di kantor IJ-REDD+ Ketapang, Kalimantan Barat. Posisi tersebut akan bertanggung jawab terhadap implementasi ouput 4 dibawah proyek IJ-REDD+ yaitu “Emission Reduction Activites Regarding Forest Fire Control.”

Keterangan selengkapnya dapat diunduh disini.

 

[teks | ©PJLHK | 120216 |ij-redd+&tw]

 

 

0 komentar:

Posting Komentar

 
◄| Rumah | Tentang Kami | Copyright © 2012 - Laiwangi Pos | Powered by Blogger | Design by Blogbulk - Pocket | Distributed by Deluxe Templates | Galeri Foto | Hubungi Kami | ►