... Join Us On Facebook

Rabu, 18 Juni 2014

Directorate of Environmental Services - Ministry of Forestry

Rabu, 18 Juni 2014

Directorate of Environmental Services - Ministry of Forestry


Posted: 18 Jun 2014 02:02 AM PDT
Herman Sasia, petugas Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), satu-satunya dari Sulawesi Tengah sebagai salah satu penerima penghargaan Kalpataru 2014.
“Penghargaan itu diserahkan langsung Wapres Boediono pada peringatan Hari Lingkungan Hidup se-dunia yang berlangsung di Istana Negara pada 05 Juli 2014,” kata Kepala Bidang Teknis Konservasi Balai Besar TNLL Ahmad Yani di Palu, Selasa.
Ia mengatakan penghargaan Kalpataru 2014 yang diperoleh petugas TNLL tersebut untuk kategori pengabdian lingkungan.

Sebagai pengelola Taman Nasional, Yani ikut bangga atas prestasi yang ditoreh Herman dan para penerima Kalpataru dari daerah lainya di tanah air.
Selama ini, kata Yani baru ada dua orang di Sulteng yang tercatat sebagai penerima penghargaan tertinggi bidang lingkungan.
Herman yang sehari-harinya sebagai petugas polisi hutan di Kawasan Taman Nasional di wilayah I Balai Besar TNLL menerima Kalpataru atas pengabdiannya menangkarkan burung maleo (macrocephalon maleo) yaitu satwa endemik Pulau Sulawesi.
Selain sebagai petugas penjaga Taman Nasional, Herman memang sangat peduli dengan lingkungan hidup. Selama ditugaskan di Wilayah I TNLL, pria kelahiran 16 September 1971 di Luwuk, Kabupaten Banggai (Sulteng) hobi mencari telur maleo untuk ditangkarkan.
Sambil mengamankan Taman Nasional, Herman terus saja melakukan hobinya itu sampai pada akhirnya Balai Besar TNLL membangunan tempat penangkaran burung maleo di Desa Saluki, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi.
Jadi sangatlah wajar jika kemudian ayah tiga anak itu akhirnya dinobatkan sebagai salah satu penerima penghargaan Kaplpataru 2014 bersama-sama sejumlah penerima penghargaan sama dari daerah lain.
Yani mengatakan sejak adanya penangkaran satwa tersebut di Desa Saluki sudah tercatat sekitar 700-an butir telur burung maleo ditetaskan dan setelah berumur tiga bulan dilepas kembali ke alam bebas.
Ia juga menambahkan sejak adanya penangkaran maleo, masyarakat di sekitarnya tidak lagi memburu telur maupun burung maleo untuk dikonsumsi ataupun dijual.
Masyarakat yang ada di kawasan Taman Nasional di Desa tersebut kini bersama-sama menjaga kelestarian satwa dan flora yang ada untuk kepentingan pengembangan pariwisata alam.
Sementara Herman menyatakan sangat gembira dan bahagia ketika mengetahui bahwa ia termasuk salah seorang penerima Kalpataru 2014.
“Saya tidak menyangka bisa sampai ke Istana wakil Presiden di Jakarta,” kata suami dari Ny Rosnal itu.
Menurut dia, penghargaan ini merupakan bukti nyata dari kepedulian pemerintah terhadap orang-orang yang selama ini telah mengabdikan dirinya pada berbagai bidang, termasuk lingkungan.
Penghargaan ini juga sekaligus terus memotivasi dirinya untuk terus berkarya bagi bangsa dan negara.
[sumber : www.antaranews.com| © PJLKKHL | 18062014 | triwin]

0 komentar:

Posting Komentar

 
◄| Rumah | Tentang Kami | Copyright © 2012 - Laiwangi Pos | Powered by Blogger | Design by Blogbulk - Pocket | Distributed by Deluxe Templates | Galeri Foto | Hubungi Kami | ►