Directorate of Environmental Services - Ministry of Forestry |
| Taman Nasional Bali Barat “Rumah Terakhir Jalak Bali” Posted: 15 Sep 2014 01:30 AM PDT
Baron Stressmann, ahli burung Inggris, menemukan si jalak pada 24 Maret 1911. Penemuan itu terjadi ketika kapal Ekspedisi Malaku II yang mengangkut para peneliti terpaksa mendarat di Singaraja selama 3 bulan. Di Bubunan, Stressmann menembak si jalak untuk diteliti. Atas saran Stressmann, Baron Victor van Plessenn menelitinya lebih lanjut pada 1925. Dia menemukan sebaran burung ini mulai dari Bubunan sampai Gilimanuk. Jumlahnya masih berbilang ratusan dan hidup berkelompok. Tetapi dari tahun ke tahun daerah sebaran itu menyempit. Pada 1966 jalak bali masih ditemukan di luar Taman Nasional Bali Barat, yaitu Bubunan (50 km, timur kawasan). Saat ini, sebaran burung indah sang satwa langka dan endemik di indonesia ini terbatas di Semenanjung Prapat Agung, khususnya Teluk Brumbun, dan Tanjung Gelap, Taman Nasional Bali Barat. Di alam, waktu kawin burung ini cenderung bersamaan dengan musim hujan. Hal ini mungkin tersedianya sumber pakan serta suhu dan kelembaban cukup ideal buat penetasan telur. Seiring jumlahnya yang kian menyusut, derap pelestarian Jalak bali, terus dipacu. Di Desa Sumber Klampok, salah satu desa penyangga taman nasional, wisatawan dapat melihat dari dekat kiprah para penggiat penangkaran sang Curik bali. Tak hanya Jalak Bali, Taman Nasional Bali Barat yang terletak di Cekik, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, menyimpan pesona Musim Kunjungan Terbaik Agustus s/d Desember
Alamat Pengelola Jl. Raya Cekik – Gilimanuk – Jembrana 82253 Website : www.tnbalibarat.dephut.go.id Email : tnbb09@gmail.com |
| You are subscribed to email updates from Direktorat PJLKKHL To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |



















0 komentar:
Posting Komentar