Directorate of Environmental Services - Ministry of Forestry |
| Bali ada di Lombok, Tapi Lombok Tak ada di Bali Posted: 04 Sep 2014 10:58 PM PDT
Slogan tersebut pula yang disampaikan kepada para peserta konsultasi publik rencana pengembangan ekowisata di Gunung Tunak. Rencana pengembangan ekowisata ini merupakan tindak lanjut kerjasama antara Pemerintah Korea (Korea Forest Service/KFS) dan Pemerintah Indonesia (Kementerian Kehutanan/Kemenhut). Korea Forest Service (KFS) Republik Korea dan Kementerian Kehutanan RI telah menandatangani MoU pada 12 Oktober 2013 untuk penguatan ekowisata di kawasan konservasi. Sebagai tindak lanjut dari MoU tersebut, telah dilakukan beberapa kegiatan yaitu: 1) Workshop Internasional pertama di Seoul pada tanggal 8 November 2013, 2) Technical Meeting antara KFS dan Kemenhut RI di Seoul pada tanggal 18 Desember 2013, dan 3) "The 2nd International Workshop On Forest Recreation and Ecotourism Cooperation" di Bogor pada tanggal 20 Maret 2014.
Dari hasil workshop di Bogor, disepakati bahwa kedua negara bersama-sama menyusun Rencana Pengembangan Destinasi Ekowisata di Pulau Lombok. Rencana Pengembangan tersebut diharapkan akan mencakup semua aspek, yaitu: asesibilitas, atraksi wisata, akomodasi, penerimaan dan partisipasi masyarakat lokal. Untuk penyusunan rencana tersebut, Tim KFS dan Tim Indonesia (Kemenhut dan IPB) telah melakukan survei lapang pada Bulan Mei 2014. Pada 28 Agustus 2014, Draft Rencana Pengembangan Destinasi Ekowisata di TWA Gunung Tunak yang telah disusun, diinformasikan kepada publik untuk memperkaya rencana pengembangan. Berlokasi di Hotel Lombok Garden, Lombok Direktorat PJLKKHL melakukan konsultasi publik terhadap rencana pengembangan ekowisata TWA Gn Tunak.
Direktur PJLKKHL, Dr. Bambang Supriyanto, membuka acara. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa konsultasi publik ini bertujuan untuk memperkaya rencana pengembangan melalui masukan dan rekomendasi dari peserta. Konsultasi publik dihadiri perwakilan dari Direktorat PJLKKHL, UPT Kementerian Kehutanan lingkup Propinsi NTB, Perwakilan Pusat Kerjasama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Tim Korea (KFS, Kedutaan Korea untuk Indonesia dan Korea-Indonesia Forest Center/KIFC), Asisten Bidang Ekonomi Pemprov. NTB, Dinas Kehutanan Propinsi NTB, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, Badan Penanaman Modal Propinsi NTB, Bappeda Propinsi NTB, Dinas Kehutanan Kabupaten Lombok tengah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Camat Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Kepala Desa Mertak Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, akademisi dari Universitas Mataram, tokoh masyarakat dan tokoh Adat Desa Mertak, Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, serta Pelaku Usaha Pariwisata di Propinsi NTB. Dalam MP3EI Koridor V (Koridor Ekonomi Bali-Nusa Tenggara), pariwisata alam pada koridor ekonomi kawasan ini menetapkan target pengembangan destinasi baru dan menjadikan Pulau Lombok terpilih sebagai lokasi kerjasama Korea dan Indonesia. Destinasi baru yang ada di Pulau Lombok tersebut yaitu Taman Wisata Alam Gunung Tunak. Adapun model pengembangan ekowisatanya dilakukan secara partnership. Maksud dari partnership adalah modal sosial yang dimiliki oleh masyarakat harus didukung oleh Pemda dan difasilitasi oleh Pemerintah Pusat. Kekurangan modal yang ada di masyarakat, digandeng oleh sektor swasta. Maka dari itu, ekowisata di TWA Gunung Tunak harus dikembangkan dengan kerangka yang jelas. Pada acara ini, Dr. Nam Sung Hyun selaku Direktur Jenderal KIFC juga hadir dan menyampaikan bahwa penyusunan Rencana Pengembangan Destinasi Ekowisata di TWA Gunung Tunak yang merupakan kelanjutan dari kerjasama antara KFS dengan Kementerian Kehutanan. Harapannya,r ekowisata di TWA Gunung Tunak menjadi destinasi ekowisata yang berkembang pesat di Indonesia. Ekowisata di TWA Gunung Tunak akan dibangun dengan konsep berbasis masyarakat dan berbasis ekosistem. Konsep berbasis masyarakat akan lebih menekankan pada pemberdayaan masyarakat melalui sejumlah pelatihan untuk mempersiapkan masyarakat sekitar TWA Gunung Tunak khususnya masyarakat Desa Mertak dalam pengembangan ekowisata agar masyarakat menjadi subyek bukan menjadi obyek. Dalam draft rencana pengembangan yang disusun, di TWA GunungTunak akan dibuat trail, pusat informasi pengunjung, wisata alam hutan di dekat sungai, water sport, wisata budaya, pemulihan kesehatan manusia (healing forest) dan observasi kupu-kupu. Hal mendasar yang menjadi target dari rencana pengembangan adalah memperkuat semangat untuk membangun ekonomi melalui ekowisata berbasis masyarakat dan berbasis ekosistem. Pemerintah daerah dan BKSDA NTB menyambut baik draft ini yang akan memperlengkap pembangunan di Tunak. Dan hampir semua pihak menyampaikan bahwa dalam pengembangan ekowisata di Pulau Lombok dan di TWA Gunung Tunak harus melibatkan masyarakat (salah satunya melalui sejumlah pelatihan) dan mengangkat tradisi budaya lokal serta tetap memperhatikan kelestarian sumberdaya hutan di TWA Gunung Tunak. Pendekatan pengembangan ekowisata di TWA Gunung Tunak menggunakan prinsip tata pemerintahan yang baik. Prinsip tersebut adalah keterpaduan, keterbukaan dan bertanggunggugat. Draft Rencana Pengembangan tersebut telah didiskusikan sebelumnya antara Kementerian Kehutanan dengan Tim Korea, tetapi yang akan melaksanakan pengembangan ekowisata di TWA Gunung Tunak adalah semua (masyarakat, pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata). Serta manfaat pembangunan ekowisata di TWA Gunung Tunak harus mampu dinikmati masyarakat lokal. Slogan "Bali ada di Lombok, tetapi Lombok tak ada di Bali" diperdengarkan kepada para peserta konsultasi publik saat Camat Pujut menyampaikan aspirasi dan masukan terhadap rencana pengembangan tersebut. Seluruh peserta yang hadir menjadi semakin semangat untuk mengembangkan ekowisata di Tunak. Semoga upaya pengembangan ekowisata di Tunak ini terwujudkan sesuai harapan seluruh peserta.
[foto ©PJLKKHL teks:lana |05092014] |
| You are subscribed to email updates from Direktorat PJLKKHL To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |



















0 komentar:
Posting Komentar