Directorate of Environmental Services - Ministry of Forestry |
| Tunak dan Ritual Pemberkatan Ternak Posted: 03 Feb 2015 11:06 PM PST
Senja menjelang saat kami tiba di rumah Papu Arum, sang Pemimpin Upacara pemberkatan kerbau. Papu dalam bahasa Sasak berarti Bapak, yang kami temui di rumahnya menceritakan bahwa seingat beliau, saat ia masih kecil pohon Asam itu sudah ada dan besarnya sama dengan saat sekarang. Usia Papu Arum saat ini sekitar 70an tahun. Ia pun bercerita soal pemberkatan kerbau, yang sudah menjadi tradisi turun temurun. Papu Arum telah menjadi pemimpin upacara pemberkatan kerbau selama 23 tahun. Menurutnya, warga yang mengikuti upacara tidak hanya berasal dari Desa Mertak, yang berada tepat dipinggiran Gunung Tunak. Namun, warga desa lain yang berada di daerah "selatan" juga ikut. Mereka adalah para pemilik kerbau. Warga Mataram dan sekitarnya menyebut kawasan Tunak sebagai daerah selatan, karena letaknya secara geografis berada di ujung selatan pulau Lombok. Upacara pemberkatan kerbau dilakukan sehari setelah acara Bau Nyale, sebuah tradisi peninggalan leluhur. Saat Bau Nyale, orang akan berkumpul di sepanjang pantai untuk mencari Nyale, semacam cacing laut. Sesiapa yang makan Nyale, dipercaya akan mendapat keberuntungan dalam hidupnya. Tak hanya warga lokal, wisatawan mancanegarapun ikut meramaikan Bau Nyale, yang dipusatkan di pantai Kuta, tak jauh dari Gunung Tunak. Namun demikian, di tempat lain di sepanjang pantai selatan, orang akan mengerumun mencari Nyale. Biasanya, acara ini jatuh pada tanggal 20 kalender atas, atau pada bulan Februari. Bau Nyale berlangsung selama tiga hari. Sebelum upacara, para pemilik kerbau akan mendaftarkan jumlah kerbaunya kepada Papu Arum. Tahun 2014, ia mencatat Selain sebagai tempat pemberkatan kerbau, Bagik Pondok juga menjadi tempat tirakat bagi warga yang akan menuju Gunung Raden, tempat yang diyakini warga sebagai tempat keramat. Secuil cerita Papu Arum itu, menyiratkan kedekatan emosional warga dengan kawasan Gunung Tunak. Buat mereka, Gunung Tunak adalah kawasan suci yang masih keramat, sehingga harus dijaga. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi pengelola TWA Gunung Tunak : BKSDA Nusa Tenggara Barat Alamat : Jl. Majapahit 54 B Mataram Telpon : (+62370) 627851 Fax : (+62370) 633953 website : www.mount_tambora.com [teks&foto | © PJLKKHL | 04022014 | triwin&gangga]
|
| You are subscribed to email updates from Direktorat PJLKKHL To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |



















0 komentar:
Posting Komentar