... Join Us On Facebook

Kamis, 22 Januari 2015

Directorate of Environmental Services - Ministry of Forestry

Kamis, 22 Januari 2015

Directorate of Environmental Services - Ministry of Forestry


Agenda Pameran Direktorat PJLKKHL Tahun 2015

Posted: 22 Jan 2015 01:03 AM PST

Dengan spirit "Indonesia Bekerja", Indonesia akan meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat dunia. Saat ini Indonesia menduduki rangking ke-70 menurut Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) – World Economic Forum (WEF) dan bertekad menduduki ranking ke-30 pada tahun 2019.  Untuk itu, telah ditargetkan kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia dan pergerakan kunjungan wisatawan nusantara sebanyak 275 juta.  Target ini telah dicanangkan dalam era kabinet kerja. Untuk merealisasikannya tidak hanya menjadi kewajiban Kementerian Pariwisata. Semua kementerian di kabinet kerja, pemerintah daerah serta pelaku usaha dan para pihak terkait wajib mendukung.

Penetapan target tersebut diharapkan akan memberikan dampak tangible berupa sumbangan kepada PDB Nasional sebesar 8 %, devisa sebesar Rp 240 triliun, dan menciptakan lapangan kerja di bidang pariwisata sebanyak 13 juta orang. Dampak lain adalah masyarakat Indonesia lebih sejahtera dan bahagia, menghargai keanekaragaman budaya nusantara dan hidup rukun saling menghormati satu dengan yang lainnya.

Untuk mencapai tujuan itu, pemerintah akan menempuh upaya : (1) Memberlakukan visa  bebas masuk untuk 5 negara tambahan yaitu China, Australia, Jepang, Korea Selatan dan Rusia; (2) Bagi wisatawan mancanegara yang sudah memiliki visa masuk ke Singapura, Malaysia dan Thailand, bisa langsung masuk ke Indonesia; (3) Memberikan insentif bagi investor dengan cara menyederhanakan dan mempercepat proses pemberian izin, termasuk memberi kemudahan terhadap kepemilikan lahan; (4) Memberikan kemudahan bagi kapal wisata (cruise) untuk masuk ke Indonesia; dan (5) Mempromosikan lokasi-lokasi potensial pariwisata diseluruh wilayah Indonesia.

Untuk merealisasikan target pariwisata tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mencanangkan kunjungan wisatawan ke kawasan konservasi sampai dengan tahun 2019 sebanyak 1,5 juta wisatawan mancanegara dan 20 juta wisatawan nusantara.

Salah satu upaya yang akan ditempuh yaitu melalui promosi dan pemasaran. Diantaranya,  mengikuti pameran kawasan konservasi di berbagai event. Promosi dan pemasaran tersebut akan dilakukan dengan pendekatan yang bertanggungjawab dan berkelanjutan serta memperhatikan berbagai kaidah sesuai peraturan.

Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung – Ditjen PHKA – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, akan mengikuti tiga pameran pariwisata alam tingkat nasional pada tahun 2015. Selain wisata alam, produk jasa lingkungan lainnya juga dipromosikan yaitu air dan energi air, karbon hutan, energi angin, energi panas matahari, serta keanekaragaman dan keindahan jenis tumbuhan dan satwa liar di kawasan konservasi, khususnya di Taman Nasional dan Taman Wisata Alam. Rencana pameran ini telah disampaikan kepada Unit Pelaksana Teknis Ditjen PHKA melalui surat Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung  Nomor : S. 39/PJLKKHL-5/2015 tanggal 16 Januari 2015. Sesuai surat tersebut, UPT Ditjen PHKA dapat  bergabung di stand Direktorat PJLKKHL.

Pameran pariwisata alam tingkat nasional dan internasional yang akan diikuti adalah  :

IndoGreen Forestry Expo Ke-7 Tahun  2015, tanggal 9 – 12 April 2015 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Merupakan pameran kehutanan terbesar di Indonesia yang diselenggarakan sejak tahun 2009 atas kerjasama PT. Wahyu Promo Citra dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kali ini akan diikuti oleh oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Daerah (Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan Provinsi dan Kota/Kabupaten), UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BUMN sektor kehutanan dan perkebunan, serta para pihak yang bergerak di sektor kehutanan. Pamerean ini akan menampilkan hasil kegiatan antara lain: 1) Investasi jasa & produk kehutanan dalam kerangka "Hutan Lestari untuk Mendukung Kedaulatan Pangan, Air, dan Energi Terbarukan"; 2) Pemanfaatan hutan (Hutan Alam Produksi, Hutan Tanaman Industri, Restorasi Ekosistem, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Desa, Jasa Tata Air, Jasa Ekowisata, Jasa Perdagangan Karbon serta Jasa Keanekaragaman Hayati dan Sylvopastura; 3) Penggunaan kawasan hutan dalam upaya reklamasi areal bekas tambang dalam kawasan hutan, jasa lingkungan, dan panas bumi; 4) Pengurangan laju deforestasi dalam pelepasan kawasan hutan untuk usaha perkebunan menuju ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil).

International Deep and Extreme 2015, tanggal 16 – 19 April 2015 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Merupakan pameran internasional ekowisata terbesar di Indonesia, mempromosikan olahraga perairan, petualangan alam dan bahari, serta wisata petualangan alam dan petualangan ekstrim. Pameran ini juga merupakan  perhelatan penting yang sangat direkomendasikan bagi industri wisata bahari dan petualangan di kawasan Asia.

Majapahit Travel Fair Ke-16 Tahun  2015,  tanggal 7 – 10 Mei 2015 di Grand City Surabaya. Merupakan pameran budaya dan pariwisata terbesar di Indonesia Timur berskala internasional. Pameran ini  memadukan jual beli paket wisata, pameran budaya dan pariwisata, akan dimeriahkan oleh komunitas sport dan rekreasi, travel exchange (travex). Merupakan pertemuan bisnis antara industri pariwisata Jawa Timur selaku seller dengan industri pariwisata dari dalam dan luar negeri selaku buyer dalam bentuk Table Top Business Meeting yang sangat potensial untuk membantu para pelaku bisnis pariwisata domestik, regional bahkan internasional dalam mempromosikan dan menjual produknya serta memperluas networking.

Penetapan dan pemilihan event pameran tersebut disesuaikan dengan segmen pasar dan target pasar yang menjadi sasaran Direktorat PJLKKHL. Yaitu, calon investor untuk mendorong mereka berinvestasi dibidang pemanfaatan jasa lingkungan, serta  masyarakat untuk meningkatkan minatnya berkunjung ke kawasan konservasi.

Untuk memancing antusias pengunjung datang ke stand Direktorat PJLKKHL, konsep desain stand yang eye-catching menjadi kunci utamanya. Selain itu, materi pameran dan media visual dan audiovisual interaktif, menjadi daya tarik yang harus diperhatikan.

Kesuksesan sebuah event pameran juga ditentukan oleh pemandu pameran yang terampil, yang mampu :

  • Memperkenalkan, menyebarkan informasi dan memberikan pemahaman  produk jasa lingkungan (brand awareness).
  • Mendorong masyarakat untuk pemilihan suatu produk jasa lingkungan (brand attitude).
  • Menumbuhkan persepsi masyarakat terhadap kebutuhan produk jasa lingkungan (category need).
  • Membujuk masyarakat mengunjungi dan  menikmati produk jasa lingkungan (brand purchase intention).
  • Menanamkan citra produk jasa lingkungan di masyarakat sesuai dengan yang diinginkan (positioning).

Melalui tiga pameran yang akan diikuti, diharapkan mampu meningkatkan minat pengunjung dan para investor baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri untuk berkunjung dan berinvestasi ke kawasan konservasi. Sehingga, dapat lebih meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), peluang peningkatan devisa, peningkatan perkonomian masyarakat sekitar kawasan, serta terjaminnya kelestarian potensi jasa lingkungan di kawasan konservasi.

[teks dan foto ©Dit PJLKKHL |22012015 | Hars]

 

0 komentar:

Posting Komentar

 
◄| Rumah | Tentang Kami | Copyright © 2012 - Laiwangi Pos | Powered by Blogger | Design by Blogbulk - Pocket | Distributed by Deluxe Templates | Galeri Foto | Hubungi Kami | ►